Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan

Pilih Kamera Canon atau Nikon untuk Pemula


duniafotografi

Pilih Kamera Canon atau Nikon untuk Pemula. Pertanyaan ini sangat sering ditanyakan para pengguna pemula, khususnya buat anda yang baru dan pertama kali ingin beli kamera. Produsen kamera sekarang ini cukup banyak, seperti canon, nikon, sony, olympus, dan masih banyak lagi. Tapi yang cukup populer saat ini yaitu canon dan nikon. Canon dan nikon merajai pasar kamera, khususnya untuk kamera dslr.
Dan jika kamu tanya lebih baik pilih canon atau nikon, kami akan menjawabnya sama saja, jika kamu menggunakan kameranya untuk sehari-hari, hobi, usaha ukm biasa maka sama saja hasil dari canon dan nikon, semuanya tergantung nyamannya di canon atau nikon.
  
  

Kamera Canon atau Nikon

Perbandingan Harga
Dipandang dari masalah harga untuk canon dan nikon sama saja. Dan tidak terlalu jauh beda harganya, tapi pasti kamu tetap mempunyai tanda besar dan bingung harus pilih canon atau nikon? 



Fitur
Fitur canon dan nikon sendiri sebenarnya tidak juga berbeda jauh, tapi untuk kelas pemula canon lebih banyak simple, dan mudah untuk dipahami. Sedangkan bagian megapixelnya sendiri canon lebih tinggi, tapi hal tersebut tidak bicara bahwa nikon lebih jelek. Dan untuk nikon mempunyai kualitas gambar yang cukup baik untuk menghindari noise yang dimana jika menggunakan iso tinggi.
Body
Nikon mempunyai body yang tampil cukup mengul kecil sehingga jika dilihat atau pegang tidak terasa berat dan besar. Sedangkan canon sendiri mempunyai body yang terlihat besar atau gendut. Jadi, ini tergantung pilihan kamu sendiri nyamannya yang mana.
Lensa
Jika kamu paham semua dengan fitur-fitur kamera, dan sudah nyaman dengan kamera tersebut, pastinya nanti akan mengupgrade lensa yang lebih berbeda. Canon sendiri memiliki lensa yang kompatibel dengan semua type kamera canon, sedangkan nikon sedikit berbeda-beda. Untuk harga sendiri, lensa nikon lebih tinggi dari canon.
Perhatikan Sekitar
Coba anda pertahikan sekitar kamu banyak menggunakan kamera canon atau nikon, dan dengan melihat kondisi sekitar tentunya hal tersebut bisa membantu kamu untuk memilih kamera, misal kebanyakan nikon maka lebih baik pilih nikon, dengan bigitu kamu akan lebih mudah memahami kamera tersebut dengan saling sharing.
Jadi, semuanya tergantung dengan pilihan kamu. Dan untuk tips tambahan silahkan kamu coba sendiri dulu kamera nikon dan bandingkan dengan kamera canon. Jika sudah cocok baru kamu beli kamera sesuai dengan keinginan. 
Dan kembali lagi pertanyaannya pilih kamera canon atau nikon? Maka kamera terbaik untuk kamu adalah kamera yang mampu kamu miliki atau kamera yang kamu punya sekarang.
 
 
 
 
 
 
 
Sumber : http://www.duniafotografi.com/2015/09/pilih-kamera-canon-atau-nikon.html

Cara Setting Kamera DSLR Agar Hasil Tajam

duniafotografi
 
Cara Setting Kamera DSLR Agar Hasil Tajam. Mempunyai kamera DSLR sudah tentu bisa menghasilkan gambar-gambar yang bagus serta tajam. Banyak para fotografer pro yang menghasilkn kamera tajam, bersih, dan terlihat nyata dengan sangat mudah.
Tetapi masalahnya banyak para fotografer pemula masih bingung untuk menghasilkan gambar yang tajam gimana caranya.

Untuk menghasilkan gambar ynag tajam tentu harus mengetahui terlebih dahulu semua kelebihan yang dimiliki kamera dslr anda. Seperti iso dan shutter speed berperan penting dalam hal ini. Guakanlah shutter speed di atas 60, agar hasil tidak mudah blur, sehingga hasil akan tajam.
Dan untuk iso gunakan maksimal 200, seperti 100, 200, adalah iso pilihan terbaik. Tetapi tentu harus bisa menyesuaikan keadaan cahaya tempat anda mengambil objek. Selain itu untuk pengaturan warna atau white balance harus disesuaikan, baik malam, siang, berawan.
Masih banyak lagi pengaturan atau cara setting kamera dslr agar hasil tajam yang bisa anda lakukan, tetapi cukup mengikuti cara dasar di atas sudah bisa untuk menghasilkan gambar yang tajam.
 
 
 
 
 
 
Sumber : http://www.duniafotografi.com/2016/05/cara-setting-kamera-dslr-agar-hasil.html

Cara Menentukan Fokus pada Kamera DSLR yang Benar

duniafotografi
 
Cara Menentukan Fokus pada Kamera DSLR yang Benar. Fokus adalah salah satu elemen penting dalam fotografi. Seberapa tepat penggunakan fokus akan menentukan hasil dari objek yang anda foto. Tidak jarang kita mendapatkan gambar yang blur, tidak jelas atau kurang tajam. Bukan perkara yang mudah untuk menguasai fokus pada kamera. 

Diperlukan keahlian yang mumpuni, karena kesalahan dalam menentukan fokus kamera akan membuat kualitas gambar yang dihasilkan jadi kurang bagus. Tentunya anda tidak ingin hasil foto anda mengalami hal itu bukan?

Untungnya di era digital ini mengatur fokus pada kamera digital bukanlah perkara yang terlalu sulit. Sebelum ditemukannya teknologi Auto Focus (AF) mencari titik fokus tidak semudah sekarang. Fotografer harus mencari fokusnya sendiri dengan cara memutar ring fokus pada lensa dan melihatnya dari viewfinder lalu menentukan hasil yang paling tajam menurut pengamatannya sendiri. 

Terdengar cukup rumit bukan? Seperti yang penulis bilang di atas tadi, satu kesalahan dapat membuat hasil foto kurang bagus. Kemudian zaman berkembang dan ditemukanlah teknologi Auto Focus yang memudahkan fotografer untuk mengambil dan mendapatkan gambar tanpa harus mengatur sendiri titik fokusnya. 

Dengan teknologi ini, kamera akan secara otomatis menggerakkan elemen lensa untuk mendapatkan hasil foto yang terbaik dan dalam waktu yang cukup singkat. Caranya pun cukup mudah, anda tinggal menekan shutter setengah lalu biarkan kamera bekerja mencari fokus serta menguncinya. Setelah itu akan terdegar bunyi “beep” sebagai tanda fokus telah terkunci dan anda pun siap mengambil gambar. 

Semua proses itu terjadi dalam waktu yang singkat, hanya sepersekian detik. Kecepatannya pun berbeda pada tiap kamera. Semakin canggih kamera akan semakin singkat waktu yang diperlukan untuk menemukan fokus.

Namun apakah benar teknologi Auto Fokus ini adalah cara terbaik menghasilkan foto berkualitas? Atau kah mencari fokus secara manual lebih baik dari Auto Fokus? Untuk membahasnya secara lebih detil, mari sedikit simak beberapa mode fokus yang ditawarkan pada kamera DSLR.  



Cara Menentukan Fokus Kamera DSLR

1. One Shot AF/Single Area AF (AF-S)
Pada Canon anda akan menemukan One Shot AF sedangkan pada Nikon anda akan menemukan Single Area AF. Dari nama yang tertera pada mode ini nampaknya cukup jelas bahwa mode AF ini bahwa nantinya kita akan memilih satu titik fokus lalu kamera akan mencari kontras pada titik tersebut. 

Saat kita memencet tombol shutter setengah, kamera akan mengeluarkan bunyi “beep” dan mengunci fokusnya di titik tersebut. Ketika objek berpindah dan kita tetep pencet shutter setengah, fokus tidak akan berpindah secara otomatis. 



Bukaan yang besar biasanya dikombinasikan dengan mode ini. Akan sangat tepat menggunakan mode Auto Fokus ini untuk mengambil gambar objek diam atau tidak bergerak cepat seperti makanan, landscape, atau sekedar kondisi sehari-hari. Dalam mode ini pula, kita tidak dapat memencet shutter secara penuh sebelum kamera mengunci fokus.

2. AI Servo AF/Continuous AF (AF-C)
Pada canon anda akan menemukan mode ini dengan nama AI Servo AF, sedangkan pada nikon anda akan menemukannya dengan nama Continuous AF atau AF-C. Mode ini tentu saja berbeda dari mode sebelumnya. 

AI Servo atau AF-C ini dirancang untuk mengambil foto objek yang bergerak seperti orang yang sedang berlari, mobil di jalanan atau hewan liar yang bergerak. Mode fokus ini dirancang untuk melacak gerakan objek yang akan difoto dan mengantisipasi arah gerakannya. Sehingga walaupun objek bergerak, gambar yang dihasilkan akan tetap tajam karena titik fokus akan terus memprediksi posisi objek. 

Saat objek foto bergerak cepat dan kamera dapat fokus dengan tepat, maka akan dihasilkan foto dengan latar belakang yang kabut terarah atau membentuk “motion blur”. Pada mode ini, semakin canggih kameranya makan akan semakin akurat trackingnya.

3. AI Focus/Automatic AF (AF-A)
Anda akan menemukannya dengan nama AI Focus pada Canon dan AF-A pada Nikon. Mode fokus ini merupakan fokus campuran yang menggabungkan kedua fokus di atas. Pada mode ini kamera akan menentukan fokus apa yang digunakan pada sebuah objek. 

Penentuannya berdasarkan pergerakan objek yang tertangkap pada sensor. Kamera akan mengganti fokus dari single ke continuous atau sebaliknya secara otomatis sesuai dengan kondisi objek yang akan di foto. 

Mode ini sangat cocok untuk memotret dalam kondisi yang berubah-ubah. Bagi pemula, mode ini bisa sangat membantu karena tidak perlu mengganti-ganti mode fokus. Sayangnya, tidak semua kamera DSLR memiliki mode ini.

4. Manual Focus/MF
Mode ini disediakan bagi para fotografer yang ingin menentukan fokusnya sendiri menggunakan focusing ring pada lensa. Mode ini memerlukan perpaduan tangan yang menentukan fokus dan mata yang melihatnya. Anda juga dapat memanfaatkan konfirmasi pada kamera untuk membantu anda menguasai mode ini. 

Auto Focus kadang melakukan kesalahan focus, dan pada saat itu terjadi adalah saat yang tepat menggunakan mode fokus manual ini. Karena biar bagaimanapun mata anda jauh lebih baik daripada lensa. Walaupun memang memerlukan latihan yang mungkin cukup lama, namun mode manual ini akan sangat berguna pada saat-saat tertentu.
Setiap mode fokus pada kamera berguna pada saat-saat tertentu. Masing-masing tentunya memiliki kelebihan pada tiap keadaan yang berbeda. Semuanya tinggal bagaimana anda mengatur dan mengontrol penuh kamera anda untuk mendapatkan hasil gambar terbaik. Yang perlu diingat adalah jangan takut untuk mencoba sesuatu yang baru.






Sumber : http://www.duniafotografi.com/2014/12/fokus-pada-kamera.html

5 Cara Memilih Kamera DSLR untuk Pemula

duniafotografi

5 Cara Memilih Kamera DSLR untuk Pemula. Sebelum melakukan pembelian sebuah kamera ada baiknya kita melakukan review dahulu, dengan melakukan review maka kita akan tau apa saja kamera yang bisa dipilih nantinya. Karena saat ini banyak sekali type-type kamera yang bisa dipilih.

Dan untuk menentukan kamera yang bagus sebenarnya bisa dilihat dari typenya, tetapi jika kamu pengguna baru atau baru pertam ingin membeli kamera tentunya sangat pusing dan bingung harus memilih kamera yang mana baik untuk pengguna baru atau pemula.
Canon dan Nikon salah satu type kamera yang sangat populer saat ini, dan banyak pengguna pemula mendiskusikan hal ini, bagus mana kamera nikon dan canon? lebih baik canon atau nikon? Sebenarnya semuanya saja, hal tersebut tergantung dari kebutuhan kamu. Dan untuk lebih lengkapnya kamera apa yang bagus untuk pemula, maka di sini kami akan membahas secara lengkapnya.



Cara Memilih Kamera DSLR Pemula

  1. Budget
    Sebelum anda ingin pergi ke toko kamera, maka sebaiknya kamu siapin dulu budget yang kamu punya, sudah pas apa belum dengan harga kamera saat ini, dan untuk kamera dslr rata-rata harganya paling murah yaitu 4 - 5 Jutaan. Sehingga dengan mengetahui budget dan menyesuaikan dengan harga kamera sekarang, kamu siap untuk memilih kamera, dan kamera terbaik untuk kamu adalah kamera yang sesuai dengan budget kamu.
      
  2. Kebutuhan
    Kamera mempunyai type sendiri-sendiri, dengan type tersebut bisa dilihat mana yang sesuai dengan yang kamu butuhkan, untuk melihat type apa yang sesuai dengan kamu, bisa dilihat lagi dari harganya, karena harga bisa menentukan kualitas dari kamera tersebut. Sedangkan jika kamu menggunakan kamera hanya untuk sehari-hari sebaiknya pilih saja kamera yang biasa dan harganya dibawah 10 juta. Dan apabila kamu mencari kamera yang cocok untuk usaha fotografi maka pilih harga di atas 7 jutaan.
      
  3. Tanya Teman
    Bila kamu mempunyai teman yang hobi dengan fotografi ada baiknya kamu tanya langsung dengan dia tentang fotografi, dan mana yang lebih rekomendasikannya. Karena, jika orang tersebut sudah punya kamera dslr, dan apa lagi dia sangat suka dengan fotografi, maka tentang kamera dia akan lebih paham.
      
  4. Megapixel
    Megapixel cukup menjadi patokan, karena dengan megapixel kita melihat berapa ukuran pixel kamera tersebut sehingga jika dicetak atau di zoom tidak akan mudah pecah-pecah. Dan meski sekarang ini kamera handphone sudah memiliki megapixel cukup besar dan bahkan rata-rata megapixel kamera di atas 10. Tapi, hal tersebut tidak bisa anda bandingkan dengan kamera dslr, maka mana yang lebih bagus? yang lebih bagus tentunya kamera dslr, karena dslr sudah dirancang khusus untuk kamera. Sedangkan smartphone hanya fitur tambahan saja.
      
      
  5. Broswsing Internet
    Manfaatkan Internet, sekarang ini semuanya menjadi mudah dengan internet. Google sudah memiliki data lengkap yang bisa kamu gunakan untuk mencari hal-hal yang kamu ingin cari. Dan salah satunya kamu sedang membaca tulisan ini, artinya kamu sudah menggunakan internet. 
Dari beberapa penjelasan tentang 5 Cara Memilih Kamera DSLR untuk Pemula di atas maka kamu dapat dengan mudah untuk memilih kamera dslr yang mana nantinya, semoga bermanfaat.









Sumber : http://www.duniafotografi.com/2015/09/5-cara-memilih-kamera-dslr-untuk-pemula.html

Cara Menghasilkan Gambar/Foto yang Bagus

duniafotografi

Cara Menghasilkan Gambar/Foto yang Bagus. Kemajuan fotografi di era digital rasanya semakin berkembang. Lihat saja berbagai macam kamera berlomba-lomba menanamkan fitur yang kian hari kian canggih. Salah satu yang juga mungkin efek dari masuknya era digital pada dunia fotografi adalah dipermudahnya melakukan pengaturan pada kamera.

Ya, melakukan pengaturan pada kamera terasa lebih mudah di era digital ini. Tidak perlu bersusah payah, anda dapat melakukan semua pengaturan hanya dengan melalui sentuhan pada tombol di kamera anda. Lalu biarkan prosesor pada kamera yang bekerja untuk anda.
Namun tidak berarti semuanya telah dikerjakan oleh prosesor dan anda tinggal memotret tanpa memahami apapun. Melakukan pengaturan pada kamera juga tetap membutuhkan pemahaman tentang kamera tersebut. Sehingga anda dapat menentukan pengaturan seperti apa yang cocok untuk digunakan pada objek tertentu.

Pengaturan untuk objek diam dan objek bergerak tentunya berbeda. Beda pula pengaturan untuk memotret di acara pernikahan dengan memotret di acara konser musik. Kontrol penuh pada sebuah kamera adalah hal yang dibutuhkan fotografer agar dapat memaksimalkan kameranya tersebut.

Dalam pengaturan inilah sebenarnya kemampuan seorang fotografer diuji dalam menentukan racikan terbaik untuk mendapatkan foto terbaik. Dimana beda objek dan tempat akan membutuhkan pengaturan yang berbeda pula.
Hampir setiap kamera digital nampaknya dilengkapi beberapa pengaturan standard seperti ISO dan white balance. Bahkan pada kamera ponsel pun beberapa telah menambahkan fitur pengaturan ini. Karena walau bagaimanapun, fitur pengaturan ini akan menentukan foto yang akan dihasilkan nantinya.

Kesalahan pada pengaturan akan membuat foto yang anda ambil menjadi tidak sesuai. Untuk mengurangi kesalahan yang membuat foto menjadi tidak sesuai ada baiknya anda memperhatikan beberapa pengaturan dasar sebelum anda mulai mengambil foto.

Menghasilkan Gambar/Foto Bagus

Pengaturan White Balance
Pengaturan white balance pada kamera sangatlah penting. Kamera tidak seperti mata yang dapat dengan mudahnya menyesuaikan kondisi pencahayaan. Untuk itu, pengaturan white balance pada kamera sangatlah diperlukan agar kamera dapat mengenali warna pada foto. Merah tetap menjadi merah, putih tetap menjadi putih.



Singkatnya pengaturan white balance pada kamera diperlukan untuk mendapatkan warna yang akurat pada foto. Di beberapa kamera, biasanya disediakan fitur untuk melakukan pengaturan white balance secara manual sehingga anda dapat menentukan pengaturan terbaik bagi kamera. Namun jika anda lebih percaya kamera, atur white balance pada pengaturan auto.
Highlight Warning
Gunakan highlight warning pada kamera anda untuk menghindari foto yang overexposure. Highlight Warning adalah penanda yang muncul pada layar LCD saat ada overexposure pada bagian objek yang akan anda ambil.

Overexposure sendiri berarti bagian tersebut terkena terlalu banyak atau terlalu lama paparan cahaya sehingga menjadi overexposure atau terbakar. Selain menggunakan highlight warning, anda juga dapat memeriksa histogram untuk menghindari overexposure.
Pengaturan ISO
Pengaturan ISO menentukan seberapa peka sensor kamera terhadap cahaya. Semakin tinggi angka pada ISO menandakan bahwa kamera tersebut semakin peka terhadap cahaya yang masuk. Pengaturan ISO pada tiap keadaan tentunya berbeda.

Anda memerlukan ISO yang tinggi pada saat mengambil foto dalam kondisi minim cahaya dan tentunya ISO yang rendah diperlukan pada saat kondisi cahaya cukup atau bahkan berlebih. Pada tiap kamera biasanya anda dapat mengatur ISO secara manual, sehingga anda dapat menentukan rentang ISO yang terbaik pada setiap foto yang akan anda ambil. Namun jika anda belum terlalu mengerti, ada baiknya gunakan pengaturan ISO secara auto dan biarkan kamera bekerja.
Pengaturan Ukuran dan Format Foto
Memotret foto dalam jumlah yang banyak tentunya membutuhkan pengaturan ukuran yang tepat. Terutama saat kapasitas penyimpanan yang tersedia tidak meninggalkan banyak ruang kosong. Ada baiknya anda menentukan sendiri ukuran foto yang tepat digunakan. Jangan lupa pula menentukan format yang digunakan sebelum anda memulai sesi pengambilan foto.
Pengaturan Mode Exposure
Hal yang juga tidak kalah penting yaitu pengaturan mode exposure pada kamera. Fitur ini biasanya disuguhkan pada kamera DSLR, Mirorrless ataupun kamera pocket kelas atas. Disini anda dapat memilih pengaturan mode exposure yang sesuai untuk objek yang akan ditangkap.

Apakah anda akan memilih mode manual, Aperture Priority untuk kontrol penuh pada nilai aperture, Shutter Priority untuk membekukan objek bergerak, atau cukup memuilih Auto untuk mempercayakan seluruhnya pada kamera. Selain Manual, Aperture Priority, Shutter Priority, kamera juga menyediakan pengaturan Mode Program dan beberapa preset bawaan kamera yang dapat anda pilih.
Lakukan dan cek kembali beberapa pengaturan di atas dengan mengikuti cara menghasilkan gambar/foto yang bagus agar foto yang anda hasilkan maksimal. Untuk seorang pemula dan belum terlalu paham akan pengaturan di atas, lakukanlah pengaturan otomatis dan mulai memahami tiap pengaturan tersebut.

Jika dirasa sudah paham silahkan lakukan pengaturan secara manual oleh anda sendiri untuk menentukan racikan yang pas untuk tiap objek yang akan anda ambil. Selamat bereksperimen!
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Sumber : http://www.duniafotografi.com/2014/12/jurus-singkat-untuk-hasil-foto-hebat.html

Dasar-dasar Fotografi untuk Pemula


Dasar-dasar Fotografi untuk Pemula. Baik sebagai pemula dalam fotografi atau sudah mahir, yang pasti harus bisa menguasai beberapa dasar yang sudah diketentukan ini. Nah, untuk sebenarnya fotografi memang harus banyak-banyak praktek, tapi kalau praktek tanpa teori sama halnya omong kosong, karena berjalan seperti robot nantinya.
Dengan mengetahui dasar pada fotografi tentunya bisa menghemat waktu dalam praktek, sehingga tidak membuang waktu pada praktek yang salah.



Dasar pada Fotografi

Segitiga Exposure
Segtita exposure terdiri dari iso, shuter speed, dan aperture, ketiga ini saling melengkapi sehingga akan menghasilkan gambar terbai. Kami sudah membahas secara baik tentang exposre ini baca: Segitita Exposure
DOF (Depth of Field)
Nah yang berikut ini cukup penting karena bagaimana agar bisa mendapatkan ruang tajam dan fokus sesuai yang di inginkan. Dof di atur dari diafragma, semakin besar diafragma maka samkin sempit DOF atau ruang tajam pada suatu foto.
Mode Dial
Hampir rata-rata kamera memiliki mode dial, karena dengan mode ini memiliki aturan tertentu secara otomatis, sehingga tidak mempersulit  dalam pengaturan kamera, dan dapat mempermudah. Diantara mode dial yaitu auto, aperture priority, speed priority, program, dan manual.
Komposisi
Komposisi meliputi garis yang lurus atau dimanis, melingkar, atau melengkung, sehingga sesuai dengan garis yang ditentukan, selain itu juga termasuk dalam bnetuk, dan pewarnaan.
Dasar-dasar fotografi untuk pemula di atas memang harus dipelajari secara benar, memang cukup membuat pusing, apa lagi untuk Anda baru dalam fotografi, tapi ketika sudah mengetahui cara di atas, semuanya akan jadi lebih mudah saat pemotretan.

Sumber : http://www.duniafotografi.com/2016/11/dasar-dasar-fotografi.html

Jenis-jenis Lensa Beserta Fungsinya


Jenis-jenis Lensa beserta Fungsinya. Kamera memiliki banyak tipe, begitu pula dengan lensa akan ada banyak bahkan harga lensa bisa melebihi harga kameranya sendiri. Lensa lepas terkenal dari kamera DSLR. Memang kamera ini masih cukup populer, dan para fotografer sellau membawa kamera dslr.
Tapi, dari banyak tipe kamera dslr tentunya ada beberapa tipe yang mungkin belum diketahui, karena dari tipe atau jenis lensa tersebut mempunyai kelebihan yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan.

Jenis Lensa beserta Fungsi

Lensa KIT (standar)
Saat membeli kamera, biasanya penjualan menyertakan langsung dengan lensa standar (KIT), lensanya memiliki ukuran 50-55mm, bisa pengguna kamera masih standar atau untuk dokuemntasi, maka lensa ini sangat cocok sekali.
Lensa FIX (tetap)
Berukuran kecil dan tidak bisa di zoom in dan out, karena lensa kit atau tetap, jadi sudah memiliki ukuran tersendiri, ada 35mm, dan yang populer yaitu ukuran 50mm f/1.8.



Lensa Fish Eye (mata ikan)
Seperti namanya, lensa ini memiliki cekung seperti mata ikan, jadi cocok sekali untuk menghasilkan pandangan dan dapat mengambil pada ruang lingkung yang lebar, karena termasuk dalam jenis wide.
Lensa Parfokal
Lensa jenis ini memiliki ketajaman yang cukup bagus, karena fungsi utamanya yaitu mempertahankan ketajaman pada bidang fokus, meski terjadi perubahan pada fokus lensa.
Lensa Tele
Saat seperti pertandingan sepak bola, lensa jenis ini tentunya sering di pakai, karena tujuan untuk mengambil objek dengan jarak jauh, karena memiliki ukuran 70mm ke atas. 
Lensa Wide
Sedangkan lensa wide kebalikan dari tele, karena lensa ini untuk mengambil ruang yang lebar, biasanya di bawah 18mm, dan tentunya untuk dokumentasi atau mengambil objek yang lebar sangat di sarankan sekali menggunakan lensa ini.
Lensa Makro
Lensa jenis ini diperuntukkan mengambil objek jarak dekat, seperti bunga, mata semut, rumput, atau jenis objek lainnya. Dan tentunya akan menghasilkan bokeh yang menakjubkan.
Dari beberapa jenis lensa serta fungsinya di atas, tentunya dapat disesuaikan dengan kebutuhan yang Anda inginkan.
Sumber : http://www.duniafotografi.com/2016/11/jenis-lensa.html

Teknik Pengambilan Gambar/foto yang Benar


Teknik Pengambilan Gambar/foto yang Benar. Pengambilan gambar atau foto tentunya harus dilakukan dengan benar, apa lagi bagi Anda ingin menjadi seoarang fotografer atau mendalami hobi fotografi. Karena dengan hasil gambar yang bagus, maka foto kita akan bercerita sendiri melalui gambar tersebut.
Ada beberapa teknik pengambilan gambar yaitu type of shot atau angle yang biasa dilakukan oleh para fotografer terkenal. Karena setiap objek akan menemukan frame tersendiri dan tidak bisa disamakan pada pengambilan gambar lainnya.

Teknik Pengambilan Gambar

Bird Eye View
Pengambilan gambar dari atas atau ketinggian objek, sehingga objek berada di bawah dan akan terlihat semua luas bentuknya dari atas. Pengambilan teknik bird eye view biasa digunakan lewat drone.
Eye Level
Teknik ini sangat sering digunakan saat foto bersama atau foto standar, karena pengambilan dilakukan dengan kamera sejajar dengan objek.
Frog Eye
Dengan pengambilan gambar dari atas ketinggian dan sejajar dengan kedudukan objek atau bisa lebih rendah. Sehingga akan menghasilkan objek tampak terlihat luas dan mata penonton mewakili mata katak.
Low Angle
Pengambilan low angle yaitu dilakukan dari sudut bawah ke atas objek. Sehingga objek akan terlihat lebih tinggi, besar, dan kuat.

High Angle
Objek akan terlihat kecil tetapi tidak seperti teknik bird eye view yang melihatkan semua sudut. Teknik high angle memunculkan dramatis kerdil atau kecil.
Long Shot
Pengambilan gambar dengan ukuran pas ataus semua objek akan terlihat semua di dalam frame. Jadi, cocok sekali pengambilan ini digunakan untuk pengambilan ojek dengan menampilkan semua objek.
Medium Long Shot
Dengan teknik medium long shot, maka hanya pengambilan beberapa potong dari objek, seperti objeknya manusia, maka akan di ambil dari atas rambut hingga lutut saja.
Extreme Long Shot
Pengambilan extreme long shot adalah untuk menampilkan semua sudut dari objek, sehingga akan terlihat lebih luas pada frame gambar.
Medium Shot
Teknik medium shot hampir sama dengan medium long shot, tetapi medium shot lebih terbatas ruang lingkupya yaitu dari atas rambut hingga bagian perut.
Close Up
Teknik satu ini akan menampilkan khusus objek yang ingin kita ambil, dan terlihat lebih sempit di frame gambar. Tetapi tujuan gambar akan lebih mudah tersampaikan, melalui bentuk objeknya.
Big Close Up
Big close up akan lebih dekat lagi dengan objek, dan sudut akan tampak cukup sempit, sehingga akan terlihat lebih detail objek yang di ambil.
Extreme Close Up
Pada teknik extreme close up berguna untuk mengambil objek-objek dengan menampilkan detailnya, seperti bagian mata, benda kecil, atau bunga.
Dengan mengetahi teknik pengambilan gambar/foto yang benar di atas, tidak bingung lagi saat pemotretan, maka akan mengetahi hasil objeknya jika sudah di dalam frame. 
 
 
 
 
 
 
Sumber : http://www.duniafotografi.com/2016/11/teknik-pengambilan-gambar.html

Teknik Dasar Fotografi Wajib Diketahui


Teknik Dasar Fotografi Wajib Diketahui. Sebagai seorang pemula dalam dunia fotografi, tentunya akan bingung sekali apa yang harus dilakukan, sementara tidak mempunya teman atau dekat dengan orang yang mengerti kamera.
Belajar otodidak tentang kamera tentunya bisa sekali, tapi harus bisa dibarengi dengan praktek. Karena ilmu di dunia fotografi, harus banyak-banyak praktek, dan jam terbang seorang fotografer tak pernah membohongi.

Teknik Dasar Fotografi

Kenali Kamera
Di bagian pertama harus punya dulu kamera, atau setidaknya saat membaca tulisan ini Anda megang kamera, baik kamera dslr, mirrorless, atau bahkan kamera ponsel.
Karena sangat wajib sekali, mengetahui kamera. Dengan mengenali kamera, akan mempermudah dalam mengatur, tombol-tombol, dan informasi yang ada pada kamera, dengan begitu bisa lebih mempermudah dalam pengambilan gambar, tidak pusing dan mutar-mutar dulu di pengaturan baru mengambil objek.
Segitiga Exposure
Setelah mengenal kamera, maka di kamera ada segitiga exposure yang sangat berpengaruh dalam hasil gambar, karena kamera adalah seni cahaya. Maka di segitiga exposure ada 3 bagian:

ISO

ISO adalah singkatan Organisasi Internasional untuk Standardisasi merupakan pengatur tingkat sensitifitas sensor terhadap cahaya yang masuk.

Semakin tinggi ISO (angka kecil) maka semakin sedikit cahaya yang masuk. Begitupula jika renda ISO (angka besar) maka akan banyak cahaya yang masuk.

Shutter Speed
Shutter speed adalah kecepatan saat pengambilan objek, semakin tinggi angka shutter maka semakin cepat merekam atau mengambil cahaya yang masuk.

Diafragma/Aperture
Teknik Pengambilan Gambar
Pengambilan kamera mempunyai teknik sendiri, jadi ketika mengambil gambar, Anda sudah tahu bagaimana hasilnya nanti jika sudah dalam frame, untuk mengetahui hal tersebut harus paham tekniknya, baca: teknik pengambilan gambar.

Kebutuhan Lensa
Untuk awal-awal sudah sangat cukup dengan menggunakan kamera bawaan (KIT), tetapi jika jam terbang sudah sering dan sering ikut komunitas atau gabung ke projek orang lain. Maka kebutan lensa bisa sesuaikan dengan apa yang Anda butuhkan sekarang. Bisa lensa wide, macro, atau fix.
Editing
Dunia fotografi tak lupung dari editing, sebagai fotografer harus bisa jadi editor sebuah gambar, karena gambar hasil kamera tanpa editing rasanya seperti makan tanpa lauk. 
Jadi, biar gambar lebih terlihat "wah" dan sesuai dengan kebutuhan, diperlukan editing. Tapi, ingat tak perlu berlebihan saat editing, karena akhirnya akan menghilangkan cerita dari gambar tersebut. 
Dari teknik dasar fotografi wajib diketahui baik pemula atau pro di atas sudah semoga membantu Anda dalam kebingungan belajar fotografi.
 
 
 
 
 
 
 

Sumber : http://www.duniafotografi.com/2016/11/teknik-dasar-fotografi.html

Home Foto Editing Inspirasi Kamera Lensa Pemula Tips dan Trik Home » Tips & Trik » Cara Setting Kamera Agar Background Jadi Blur Cara Setting Kamera Agar Background Jadi Blur


 
Cara Setting Kamera Agar Background Jadi Blur. Rata-rata manusia suka dengan visual, meski tidak semuanya. Dan fotografi merupakan seni cahaya, jadi ruang lingkup visual sangat dibutuhkan di sini. Nah, pernah melihat foto yang fokus hanya bagian depan sedangkan belakangnya blur? 
Blur atau yang biasa disebut dengan bokeh. Bokeh adalah istilah dalam dunia fotografi untuk mengambil objek yang mempunyai latar blur.
Foto tersebut bisa dibuat karena adanya aperture/diafragma, jika belum paham baca: sigita exposure. Ada beberapa cara yang bisa diature, tapi di sini kami menggunakan kamera dslr, karena pembaca rata-rata menggunakan dslr.



Setting Kamera Background Blur

Menggunakan Aperture/Diafragma
Aperture dilambangkan dengan f, maka gunakan lah bukaan lensa dengan angka yang sangat kecil, misal f/1.8 atau bahkan di bawahnya, semakin kecil angka aperture dipilih, maka akan semakin bokeh yang di hasilkan.
Tapi tentunya aperture tergantung dari spesifikasi lensa yang Anda gunakan, karena lensa memiliki bukaan tersendiri. Dan lensa murah yang sangat sering digunakan untuk mendapatkan bokeh yang bagus yaitu lensa fix 50mm f/1.8.
Jarak Objek dengan Background
Setelah menggunakan aperture yang paling rendah, sekarang usahakan objek memiliki background yang jauh. Sehingga hanya objek di depan yang terlihat jelas. Cara ini pun dapat dilakukan pada hp, hanya menekan fokus ke objek, maka fitur auto fokus pada hp akan otomatis mengaturnya.
Dengan mengikuti cara setting kamera agar background jadi blur di atas cukup mudah kan cara nya? Sekarang, saatnya Anda peraktekkan!
 
 
 
 

Sumber : http://www.duniafotografi.com/2016/11/background-blur.html